Breaking News
Loading...
Monday, December 10, 2012

Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala

1:06 AM
Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala
Matikan lampu ketika tidur
Semakin malam semakin gelap tubuh kita akan merasa lelah dan mengantuk. Ini jelas wajar, sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar pineal meningkat seiring dengan semakinnya malam.

Hormon inilah yang menyebabkan kita menjadi mengantuk di malam hari. Fungsi dari rasa kantuk adalah sebagai isyarat positif tubuh agar segera mengistirahatkannya. Hormon yang mempengaruhi irama sirkadian ini kemudian akan menyesuaikan sehingga terjadi penyegerakan antara kitaran tidur dengan kitaran pergantian siang dan malam di alam sekitar.

Matikan Lampu ketika tidur, tinjauan sains dan Hadits Rasullullah SAW

Rasulullah SAW beribu ratus tahun yang lalu sudah mengingatkan dalam haditsnya
Dari Jabir Bin Abdullah bahawasanya Rasulullah bersabda:

"Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kamu hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bekas serta makanan dan minuman kalian" (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang biolog, Joan Roberts mencari rahsia setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan tersebut diberi cahaya buatan pada malam hari, melantonin nya (salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kangker payudara dan kangker prostat) menurun dan sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Rupanya, cahaya Lampu menyebabkan hormon menjadi sangat lelah. Keadaan malam yang gelap diam-diam bekerjasama dengan tubuh. Hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan melantonin. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari - sekecil apapun sinarnya menyebabkan Pengeluaran hormon melantonin terhenti.

Tidur yang berkualitas dalam arti bahawa dalam selang masa selama kita tidur, otak kita benar-benar dalam keadaan beristirahat. Sinar cahaya saat kita tidur menjadikan kualitas tidur kita kurang baik, ini kerana sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak.

Secara ilmiah, cahaya yang ada dalam kamar tidur akan menembus sampai ke mata kita walaupun dalam keadaan terlelap, sinar tersebut akan memasuki ruang stimulator yang nantinya direspon oleh otak. Dengan kata lain walaupun mata kita terpejam, tetapi jika ada cahaya yang bersinar maka otak kita akan bekerja untuk bekerja atau mengartikan cahaya yang masuk tersebut.

Tidur yang baik di malam hari merupakan usaha pengoptimuman dalam detoksifikasi untuk meneutralkan toksin yang mengkontaminasi tubuh. Detoksifikasi tubuh, terjadi terutama pada hati, tercapai optimum saat tidur. Mekanisme tersebut berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin. Pada tidur yang baik atau berkualitas, detoksifikasi hati dapat berjalan optimum, khususnya dalam pembentukan asid amino glutathione sebagai antioksidan yang meneutralkan stres oksidatif dan radikal bebas.


Mencegah kangker Payudara

Tidur malam dalam ruang yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru boleh menghasilkan hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kangker payudara dan kangker prostat.

Malangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat pengeluaran hormon melatonin akan berhenti.

Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghilangkan capek didalam tubuh dan memulihkan tenaga tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.

Ahli kesehatan yang lain, Lynne Eldridge MD yang juga penulis buku 'Avoiding Cancer One Day At A Time' juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kangker payudara berbanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya kerana penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.

Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para saintis dari Inggris dan Israel. Penyelidik mendapati ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa menyebabkan ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kangker.

Para ilmuwan menyatakan jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa saat, maka boleh menyebabkan perubahan biologi yang mungkin mengarah ke kangker.

Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan risiko kangker payudara dan kangker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga boleh dikaitkan dengan peningkatan risiko kangker.

"Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahawa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan mempunyai kesan pada biologi tubuh, kerana ini adalah mekanisme yang sensitif," ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa.

Dr Rachel menambahkan bahawa ini adalah penemuan terbaru dan masih sebatas penelitian awal. Namun kini ia dan pasukan tengah menganalisa wilayah ini secara lebih terperinci. Keputusan ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics.

Disamping berbahaya tidur dengan kondisi lampu menyala, mematikan lampu ketika tidur juga bisa menghemat biaya listik dan menghemat energi :D. save our energy

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala berisiko mengidap penyakit leukemia.
Para ilmuwan mendapati bahawa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan bahan kimia pelawan kangker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, lampu-lampu jalan bisa menghentikan pengeluaran zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asid lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang mengetuai kajian tersebut mengatakan "Sekali anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak anda akan merespon bahawa lampu menyala seharian dan pengeluaran zat melatonin menurun ".

Jumlah anak-anak pengidap penyakit leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda di bawah 15 tahun didiagnosis menderita penyakit leukimia ini setiap tahun dan kira-kira 100 orang meninggal.

Sebuah persidangan tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahawa orang menderita kangker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari berbanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan pengeluaran melatonin di mana biasanya terjadi antara pukul 21.00  s/d pukul 20.00. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahawa orang-orang yang paling mudah diserang adalah para pekerja shift yang mempunyai resiko terkena kangker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak tergantuang dengan melatonin mempunyai risiko yang lebih rendah menghidap kangker. Maka orang-orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.